|
Wednesday, December 23, 2009
Saya bingung mau mengucap “Astaghfirullah” atau “Alhamdulillah”.. Astaghfirullah, karena bertemu orang yang melakukan pekerjaannya sambil sedemikian banyak menggerutu, marah bahkan berteriak-teriak. Alhamdulillah, karena saya masih diberi kesadaran oleh Allah yang Maha Pengasih bahwa gak ada gunanya sama sekali melakukan apapun dengan keluhan, menggerutu bahkan teriakan.. hanya menyebabkan efek negative kepada lingkungan sekitar. Kasihan orang-orang di sekitar yang merasakan imbasnya.. saya sendiri sedih.
Dulu saya pernah terjebak dengan pikiran saya sendiri yang mengatakan bahwa “Semua Orang Itu Baik” . Kenyataannya saya bertemu dengan orang yang berani memaki-maki saya atas kesalahan yang sama sekali bukan kesalahan saya. Di sana saya disadarkan, - seperti disiram air es rasanya – gak semua manusia di dunia ini baik dan manis.. Kemana aja saya ketika tv memberitakan pembunuhan, tawuran, perampokan dll. Yaa.. saya memang terlalu naif untuk mengerti bahwa di ‘dalam dunia’ saya juga ada banyak orang yang tidak baik. 
Akhirnya, saya memang tidak bisa berbuat banyak atas keberadaan orang-orang yang tidak berkenan dalam hidup saya. Saya juga gak punya kuasa untuk bisa merubah sifat orang-orang menjadi baik semua, sesuai yang saya harapkan (world peace). Saya hanya bisa berdoa, semoga orang-orang ini (juga) diberi kesadaran untuk dapat lebih bersabar & ikhlas dalam setiap pekerjaannya. Saya yakin mereka akan lebih menyenangkan ketika melakukan segalanya dengan keikhlasan. Jujur, saya gerah sekali mendengar gerutuannya. Bukankah bekerja sambil menggerutu itu takes double energy? 
Yaa Allah.. semoga Engkau memberikan yang terbaik untuk kami semua. Berikanlah hamba kekuatan untuk menghadapi orang-orang seperti dia. Dan satu hal, semoga anak-anak hamba dijauhkan dari sifat-sifat merugi. Jadikanlah anak-anak hamba, orang-orang yang mampu menghargai dirinya sendiri, menghargai orang lain dan hidup bahagia di dunia & akhirat dengan membahagiakan orang di sekitarnya. Aamiin
Tuesday, December 22, 2009
Dulu, kita dituntut untuk menghasilkan karya yang baik agar mendapatkan nilai yang baik dari guru. Beranjak remaja, kita menciptakan temuan-temuan baru dengan adanya input dari pergaulan, wawasan dari internet dan bahkan inovasi yang dihasilkan dari buah pikiran kita yang kreatif. Tapi seiring dengan perkembangan usia dan tuntutan kehidupan, berpikir kreatif menjadi suatu keharusan yang bukan (selalu) lagi ritual menyenangkan yang biasanya hadir tiba-tiba ketika baru bangun tidur, di sela-sela nonton tv, atau justru ketika tengah windows shopping bersama teman-teman sebaya. Berpikir kreatif menjadi suatu tanggung jawab dari jabatan yang kini diemban, atas imbalan yang kita terima sebulan kemudian. Entah kenapa kini menjadi membosankan. 
Saya selalu berpikir bahwa pikiran kita ini menyimpan sejuta makna yang jika dipadupadankan bisa menciptakan sebuah inovasi yang mungkin belum pernah dilakukan siapapun sebelumnya. Saya percaya kita semua terlahir kreatif, hanya saja kadarnya yang berbeda-beda. Kemudian saya juga memegang teguh bahwa kreatifitas terkadang tidak bisa dipaksakan kehadirannya. Ada kalanya ketika pikiran sedang fresh, semua mengalir begitu saja. Tapi juga tak jarang mentok adanya. Seandainya pikiran ini seperti jam dinding, mungkin baterainya harus segera diganti sebelum nantinya merusak mesin utama. 
Saya sendiri kini mungkin sedang merasakan sindrom jam dinding itu. Saya perlu 'ganti baterai' or else otak saya mungkin menjadi singsireumeun alias numb atau mati rasa jadinya.. Bisa jadi juga karena saya jenuh dengan situasi dan membutuhkan suasana baru, rekan yang baru atau mungkin tanpa rekan sama sekali.. hehe.. saya berpikir untuk memulai sesuatu yang baru, mungkin usaha sendiri dimana saya bisa mengatur sesuka hati saya demi kepentingan saya nantinya. Hmm.. egoiskah? 
Monday, November 30, 2009
Secara teori, manusia=makhluk sosial yg tdk pernah merasa cukup. Saya setuju bgt dgn itu..pgn ke luar kota, stlh berhasil, pgn ke luar negeri, lalu pgn ke benua lainnya lagi..ga heran kl lama-lama pengen keliling dunia..hehe 
Akhir-akhir ini saya byk merasakan ini..apalagi jika menengok rumput tetangga yg katanya seringkali lebih 'hijau' ketimbang punya kita sendiri. Melihat si A yg masih single dan tampak happy menjadi wanita karier di usia mudanya..lalu si B yg karena ini dan itu membuat saya sedikit iri melihatnya..hfff..entah kenapa tp kian hari tantangan hidup kayanya semakin mengada-ngada..dan bulan ini saya rasakan berat sekali. Ada masanya harus menjalankan tugas sampai ke negeri kangguru dan meninggalkan anak suami sampai hampir seminggu, ada pula moment ketika suami harus pergi di waktu weekend dimana kami seharusnya berkumpul, lalu anak saya yg mendadak terkena virus cacar atau kuman apalah itu (ibu macam apa ini gak tau penyakit anaknya) tp saya hrs ttp ke kantor considering I'm a working mom.. Hal-hal inilah yg akhirnya memaksa mata pikiran saya untuk melirik 'rumput tetangga'. Bisa dibilang, penyesalan sudah hampiir membutakan saya. 
Tapi memang istimewa apa yg bisa dilakukan mata hati.. Membuat saya kembali mengamati 'rumput' saya sendiri.. Apa bahagianya jd wanita single kalau tdk bisa memiliki anak secantik dan seceria Karanya.. Apa pula enaknya seperti si B.. Disini saya punya suami yg luar biasa pengertian dan sangat menyayangi saya dan kanya (hope it'll last forever), beruntung saya gak harus long distance sm suami saya. Apalagi ada seseorang yg sempat memberi saya predikat 'atih dengan aura positifnya' atau 'atih dengan keluarga bahagianya'.. Alhamdulillah pandangan org baik sekali 
Akhir kata saya berpikir, sebenarnya rumput tetangga memang menarik sekali..tapi rumput saya sendiri jauh lebih menarik..why? Because it's mine! Anyway, kalau saya terlalu lama melihat punya tetangga, saya jadi lupa betapa menariknya rumput saya.. Betapa bersyukurnya saya karena selalu dibahagiakan.. Alhamdulillah ya Allah...
PS. Dedicated to Ayah & Karanya..  This is to show how thank I am for having you two..
Thursday, October 22, 2009
seandainya sudah tutup usia..
Terakhir kali posting Maret 2009.. sedangkan sekarang Oktober 2009..
Hahahaha lama banget ninggalin blog ini..
Sadarnya juga karena ada sahabat yang sudah lamaa sekali gak ketemu.. mengingatkan. Dia bilang iseng googling nama saya.. and then pop up some links that lead her to my blog. Dia bilang, baca blog saya ini serasa dengerin saya cerita. *hehe masa sih chie?!* 
Well, setiap kali saya lihat blog saya ini sejujurnya agak bosen dengan tampilannya. Tapi nuansa vintage-nya somehow seperti ikut merekam perjalanan hidup saya.
Hmm.. enaknya nge-recap dulu apa cerita dulu yah?? Cerita dulu deh..
One night, ketika saya lagi sibuk-sibuknya di depan computer (saya lupa waktu itu lagi ngerjain apa) tiba-tiba produser saya memanggil saya ke mejanya dan ia pun bercerita.
Sambil memperlihatkan profile facebook seorang pria muda bernama 'Bonaventura' (seingat saya itu namanya).. "Ini sahabat gw, Tih! Lo baca wallnya.." Dengan agak kebingungan, saya pun mulai membaca satu persatu isi wall si sahabat. "we're gonna miss u bro.." next "Rest in peace my friend".. gak banyak yang harus saya baca hingga akhirnya saya bisa menyimpulkan.. Ya Allah.. ini orang yang punya facebook udah meninggal?? Kontan saya lihat ke arah produser saya dan dia mengangguk.. saya meyakinkan sekali lagi.. "serius??" Kemudian ia pun memulai cerita tentang sahabatnya yang rupanya adalah seorang DJ yang aktif di pulau dewata. Tak lupa ia tunjukkan message terakhir yang diterimanya dari si sahabat beberapa minggu lalu. Selain itu, dari sekian banyak koleksi foto si sahabat, ada sebuah foto yang di tagged berupa artikel tentang kecelakaan motor yang menimpa seorang DJ. Ya.. si sahabat meninggal dalam kecelakaan motor. Dinyatakan pula bahwa ia mengendarai motor dalam keadaan mabuk pada pukul 3 dini hari. Terlepas dari apa yang ia lakukan sebelum akhir usianya, saya turut berduka cita. 
Kita banyak sekali berkomunikasi dengan teman, sahabat, bahkan keluarga lewat jejaring social seperti facebook salah satunya. Tapi jika ada kabar duka seperti yang dialami produser saya.. mungkin saya akan melakukan hal yang sama. View the profile over and over again. Tapi saya deg-degan juga.. apa jadinya kalo profile yang dibuka itu justru profile saya? Blog saya? Hiks... ya Allah ampuni dosa-dosa saya… 
Monday, March 30, 2009
so you think you really know me?
Saya salut sama suami saya.. Selama ini memang saya selalu bilang sama orang-orang di sekitar saya, dan yang paling sering mendengar ini mungkin suami saya. Saya bilang, ”apapun situasinya, pokonya kita harus hadapi dengan hati yang senang.. intinya dibawa seneng aja” and he did it nicely. Suami saya ‘lulus’ soal filosofi yang saya bagi dengannya selama ini. Setiap kali ada masalah, dia berhasil menenangkan dirinya dengan cara ini. Well, today is the big day. It’s my turn now. Sometimes, facing isn’t as easy as talking. When it comes for you to face bigger & complex problem, you just upset and want to give up. My lip is smiling. But my heart wont stop crying. Nothing seems right. No one would understand. I’m facing it hard, I’m facing it by myself.
|
the author

oktamaira October 13th Female Jakarta
calendar
chatbox
Contact Me
thanks
template :nukew
image :stock xchange

|