Thursday, March 25, 2010

Emosi mengalahkan logika

Mengutip sebuah quote dari film Ada Apa Dengan Cinta.. “terbukti kan kalo emosi mengalahkan logika, banyakan ruginya..” tapi emang susah-susah gampang ngendaliin logika kalo lagi emosi.

 

Beberapa hari yang lalu saya ngerasa takut untuk pulang dari kantor jam 12 malem sambil bawa tas besar yang jelas banget isinya laptop. Tapi beberapa saat sebelum saya pulang, ada sesuatu yang bikin saya marah besar. Sampai akhirnya saya lupa kalau saya sempet ngerasa TAKUT banget untuk jalan ke rumah. Dan akhirnya saya berjalan dengan emosi yang menggebu-gebu di dada saya.. saya sempet inget ada anak Trans7 yang sempet dirampok di sekitar sini. Tapi kemudian emosi saya bilang “kalo sampe ada yang berani-berani nyamperin gue.. gue tabok juga nih pake laptop!! Biar gue hajar sampe babak belur..” saking marahnya. Sumpahh saya marah banget malem itu sampe-sampe kata suami saya, anak saya di rumah jerit-jerit. Ada yang bilang seorang ibu itu emosinya -somehow- terikat dengan anak-anaknya. And it did happens.

 

Malem ini saya nulis seperti ini bukan tanpa alasan.. yes, you’re definitely right. Saya lagi marah!! Saking marahnya sampe ingin menitikkan air mata.. no, menjerit-jerit sekuat tenaga. Astaghfirullah..

 

Di saat seperti inilah saya berpikir bahwa saya harus mulai berlatih mengalahkan emosi dengan logika saya. Mencoba memberikan pemahaman ekstra atas sesuatu dan seseorang yang membuat saya kesal. Mungkin mencoba berempati dan memandang permasalahan saat ini dari ‘kacamata’ beliau. Aaaargrghhhh.. take a deep breath my dear.. this too shall pass!! Yes, this too shall pass..


Monday, March 22, 2010

To all mothers on earth

Sejak putri saya masih berusia 2 bulan, saya udah sering mendapatkan bantuan dari seorang pengasuh. Bahkan hingga saat ini putri saya berusia 16 bulan pun, saya masih menggunakan jasa pengasuh untuk menjaga putri saya ketika saya harus bekerja.

 

Akhir pekan lalu saya menghadapi kenyataan bahwa pengasuh saya juga punya kehidupan pribadi yang harus ia urus. Suaminya sakit dan butuh perawatan ekstra (dari siapa lagi kalau bukan dari sang istri), 2 orang anaknya juga butuh perhatian (walaupun gak bisa dipungkiri kalau dia juga harus bekerja untuk menafkahi suami dan 2 anaknya, berat banget hidupnya).

 

Anyway, untuk itu saya terpaksa ambil cuti selama 3 hari (cuti 3 hari tapi kayanya saya menimbulkan banyak kerepotan di team yang saya tinggalkan). Selama 3 hari itu saya meng ‘casting’ beberapa orang yang mungkin bisa menjaga Karanya (putri saya) selama saya meninggalkannya ke kantor dan selama satu minggu full saya menjaga putri kecil saya, sampai-sampai ada satu hari dimana saya bawa ia ke kantor dan ikut shooting Online pula. Meski agak nangis sedikit, tapi dia sepertinya mengerti kalau ibunya lagi gak punya pilihan lain selain membawa dia ke kantor. And she seems enjoy it.

 

To me, being a full time mom who taking care of their children by their own hands is such a noble profession. Banyak orang menganggap bahwa seorang ibu rumah tangga or a full time mother adalah pekerjaan wanita-wanita malas yang hanya bisa menerima uang dari suami dan membelanjakannya sesuka hati. “Ngurus anak kan bisa sambil nonton tv! Kerjaannya setiap hari main sama anaknya!” Well maybe those who thought that ways haven’t met the real deal. Me-manage waktu yang hanya satu hari untuk belanja, masak, memandikan-menyuapi-menidurkan-menemaninya bermain-mengajarinya banyak hal, semua dalam satu hari. Kalau si anak masih bangun hingga tengah malam, Ibu-lah yang harus menemaninya. And there’s no such things like uang lembur atas kerja ekstra si ibu.

 

However, how hard it is.. Still, I’m so proud of you moms.. Someday I knew I will soon join you.. to accompany my beloved baby and serve my husband more. J


Friday, March 05, 2010

Broken Heart

Broken heart.. ternyata gak hanya berlaku untuk urusan cinta. Gak tau kenapa dan darimana asalnya, hari ini hati saya hancur karena pekerjaan saya. Somehow, I feel disappointed.. disillusioned.. clueless.. yet, tired of course..

Saya bahkan punya sejuta keluhan di kepala saya, tapi tidak tahu bagaimana menumpahkannya. Rasanya hanya ada lubang kecil di otak saya, namun keluhannya jauh lebih besar sehingga mampet, mandeg dan stuck  di kepala saya yang kecil ini.

Astaghfirullah.. I have no idea what's going on...

 

Wednesday, December 23, 2009

(Tidak) Semua Orang Baik

Saya bingung mau mengucap “Astaghfirullah” atau “Alhamdulillah”.. Astaghfirullah, karena bertemu orang yang melakukan pekerjaannya sambil sedemikian banyak  menggerutu, marah bahkan berteriak-teriak. Alhamdulillah, karena saya masih diberi kesadaran oleh Allah yang Maha Pengasih bahwa gak ada gunanya sama sekali melakukan apapun dengan keluhan, menggerutu bahkan teriakan.. hanya menyebabkan efek negative kepada lingkungan sekitar. Kasihan orang-orang di sekitar yang merasakan imbasnya.. saya sendiri sedih.Arguement

 

Dulu saya pernah terjebak dengan pikiran saya sendiri yang mengatakan bahwa “Semua Orang Itu Baik” . Kenyataannya saya bertemu dengan orang yang berani memaki-maki saya atas kesalahan yang sama sekali bukan kesalahan saya. Di sana saya disadarkan, - seperti disiram air es rasanya – gak semua manusia di dunia ini baik dan manis.. Kemana aja saya ketika tv memberitakan pembunuhan, tawuran, perampokan dll. Yaa.. saya memang terlalu naif untuk mengerti bahwa di ‘dalam dunia’ saya juga ada banyak orang yang tidak baik. Scared

 

Akhirnya, saya memang tidak bisa berbuat banyak atas keberadaan orang-orang yang tidak berkenan dalam hidup saya. Saya juga gak punya kuasa untuk bisa merubah sifat orang-orang menjadi baik semua, sesuai yang saya harapkan (world peace). Saya hanya bisa berdoa, semoga orang-orang ini (juga) diberi kesadaran untuk dapat lebih bersabar & ikhlas dalam setiap pekerjaannya. Saya yakin mereka akan lebih menyenangkan ketika melakukan segalanya dengan keikhlasan. Jujur, saya gerah sekali mendengar gerutuannya. Bukankah bekerja sambil menggerutu itu takes double energy? Question

 

Yaa Allah.. semoga Engkau memberikan yang terbaik untuk kami semua. Berikanlah hamba kekuatan untuk menghadapi orang-orang seperti dia. Dan satu hal, semoga anak-anak hamba dijauhkan dari sifat-sifat merugi. Jadikanlah anak-anak hamba, orang-orang yang mampu menghargai dirinya sendiri, menghargai orang lain dan hidup bahagia di dunia & akhirat dengan membahagiakan orang di sekitarnya. Aamiin


Tuesday, December 22, 2009

kreatif??

Dulu, kita dituntut untuk menghasilkan karya yang baik agar mendapatkan nilai yang baik dari guru. Beranjak remaja, kita menciptakan temuan-temuan baru dengan adanya input dari pergaulan, wawasan dari internet dan bahkan inovasi yang dihasilkan dari buah pikiran kita yang kreatif. Tapi seiring dengan perkembangan usia dan tuntutan kehidupan, berpikir kreatif menjadi suatu keharusan yang bukan (selalu) lagi ritual menyenangkan yang biasanya hadir tiba-tiba ketika baru bangun tidur, di sela-sela nonton tv, atau justru ketika tengah windows shopping bersama teman-teman sebaya. Berpikir kreatif menjadi suatu tanggung jawab dari jabatan yang kini diemban, atas imbalan yang kita terima sebulan kemudian. Entah kenapa kini menjadi membosankan. Rain cloud

 

Saya selalu berpikir bahwa pikiran kita ini menyimpan sejuta makna yang jika dipadupadankan bisa menciptakan sebuah inovasi yang mungkin belum pernah dilakukan siapapun sebelumnya. Saya percaya kita semua terlahir kreatif, hanya saja kadarnya yang berbeda-beda. Kemudian saya juga memegang teguh bahwa kreatifitas terkadang tidak bisa dipaksakan kehadirannya. Ada kalanya ketika pikiran sedang fresh, semua mengalir begitu saja. Tapi juga tak jarang mentok adanya. Seandainya pikiran ini seperti jam dinding, mungkin baterainya harus segera diganti sebelum nantinya merusak mesin utama. Tut tut

 

Saya sendiri kini mungkin sedang merasakan sindrom jam dinding itu. Saya perlu 'ganti baterai' or else otak saya mungkin menjadi singsireumeun alias numb atau mati rasa jadinya.. Bisa jadi juga karena saya jenuh dengan situasi dan membutuhkan suasana baru, rekan yang baru atau mungkin tanpa rekan sama sekali.. hehe.. saya berpikir untuk memulai sesuatu yang baru, mungkin usaha sendiri dimana saya bisa mengatur sesuka hati saya demi kepentingan saya nantinya. Hmm.. egoiskah? Yawn


Next Page

the author




oktamaira
October 13th
Female
Jakarta

calendar

<< May 2012 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31

chatbox

   
Contact Me

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

thanks

template :nukew
image :stock xchange

rss feed